Tuntunan Sholat Tahajjud

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi Ta’ala wa barokatuhu

Bagaimana kabar semuanya, moga dalam lindungan Allah SWT. Hari ini blog tuntunan shalat sunnah akan membahas tentang tuntunan sholat tahajjud, jadi bagi sahabat semuanya yang belum mengerti tentang sholat , silakan simak artikel tentang sholat di bawah ini :)

Sholat Tahajjud

Allah berfirman dalam QS. Al-Furqon: 63-64 : “Dan hamba-hamba Allah yang
Maha penyayang (ialah) mereka yang berjalan di permukaan bumi ini dengan
merendah diri, dan apabila orang-orang jahil mengajak mereka berbicara
(dengan perkataan yang tidak sopan), mereka menjawab dengan perkataan yang
sopan. Dan mereka itu apabila pada waktu malam hari bersujud dan berdiri
(shalat) karena (ikhlas) kepada Tuhan mereka.”

Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiallahu’anhu berkata:
“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berdiri (sholat pada waktu malam)
sehingga kedua kaki beliau bengkak. Maka beliau ditanya; Bukankah Allah
telah mengampunimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang? Beliau
menjawab: Apakah tidak sepatutnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Sholat tahajjud adalah sama dengan Qiyamul lail, arti qiyamul lail adalah
sholat malam. bisa juga disebut tahajjud asalnya dari kata kerja (fi’il)
tahajjada, artinya: bangun tidur. Firman Allah dalam Al-Isra': 79 : “Dan
pada sebagian malam hendaklah engkau ber-tahajjud (bangun untuk shalat),
sebagai tambahan (shalat sunnat) bagimu, niscaya Tuhanmu akan bangkitkanmu
pada kedudukan yang terpuji.”

Qiyamul lail itu hukumnya sunnah, sebagaimana Rasulullah sabdakan, “Shalat
yang paling utama sesudah (shalat) fardhu, (ialah) shalat lail” (HR. Muslim)

Waktu untuk qiyamul lail terbentang dari sejak seseorang selesai menunaikan
shalat isya hingga sebelum terbit fajar sebagai tanda permulaan waktu shalat
subuh. Adapun waktu yang paling utama untuk menunaikan qiyamul lail adalah
pada akhir malam atau sering juga disebut apabila malam sudah tinggal
sepertiganya.

Aisyah meriwayatkan : “Rasulullah pernah shalat antara waktu yang kosong
(selesai) shalat isya’ hingga fajar sebelas rakaat, beliau memberi salam
pada tiap-tiap dua rakaat dan berwitir satu rakaat” (HR Bukhari).

Dari Aisyah, ia berkata:
Setiap malam Rasululah mengerjakan shalat witir, yaitu pada permulaan malam,
atau pada pertengahan malam, atau pada akhir malam dan shalat witirnya itu
selesai pada waktu dini hari (akhir malam sebelum terbit fajar) (HR
Jama’ah).

Di hadits lain, Dari Aisyah, ia berkata: Tiap malam Rasulullah berwitir dan
witirnya itu selesai hingga dini hari” (HR Bukhari).

Qiyamul lail itu boleh dikerjakan pada awal malam atau pertengahan malam.
Tetapi yang paling utama adalah dini hari dan selesai sebelum adzan subuh
dikumandangkan kira-kira orang selesai membaca lima puluh ayat al-Qur’an
sebagaimana hadits zaid bin sabit ia berkata: Kami makan sahur bersama Nabi
kemudian beliau pergi shalat. Ada yang bertanya: Berapa (lama) antara adzan
dan waktu makan sahur ? Dia (Zaid) menjawab: kira-kira (selama membaca) lima
puluh ayat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rakaatnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah sholat malam melebihi 11
rakaat + 2 rakaat sholat iftitah (awalan) sehingga total 13 rakaat. adapun
hadits2 yang melebihi 13 rokaatnya semuanya adalah dhoif.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: shalat Nabi saw tiga belas rakaat, yaitu shalat
pada waktu malam” (HR Muslim)

“Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah tidak pernah menambah shalatnya pada
bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan yang lain dari sebelas rakaat” (HR.
Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan banyak hadits shahih, qiyamul lail yang pernah dikerjakan
Rasulullah itu 10 rakaat, 8 rakaat, 6 rakaat. 4 rakaat dan paling sedikit 2
rakaat.

caranya

Tata caranya boleh dua rakaat dua rakaat salam, boleh juga empat rokaat
empat rokaat salam

Dari Ibnu Umar, ia menceritakan bahwa Rasulullah telah bersabda: shalat lail
itu dua (rakaat) dua (rakaat). apabila engkau tahu bahwa waktu subuh akan
tiba, hendaklah engkau kerjakan shalat witir satu rakaat. Ibnu Umar ditanya:
Apa yang dimaksud dua-dua itu ? Ia menjawab : yaitu memberi salam tiap-tiap
dua rakaat.” (HR. Muslim).

Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah tidak pernah menambah (rakaat shalatnya)
pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan yang lain dari sebelas rakaat;
beliau shalat empat rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan
panjangnya; kemudia beliau shalat empat rakkat (lagi), jangan engkau tanya
tentang bagus dan panjangnya, sesudah itu beliau shalat tiga (rakkat).” (HR
Bukhari dan Muslim).

Aisyah berkata, “Adalah Rasulullah saw shalat empat rakaat di waktu malam,
lalu beliau istirahat dan berlangsung lama sehingga aku kasihan padanya”

Doa Qiyamul Lail

Tidak ada doa khusus setelah qiyamul lail. doa apa saja yang dibutuhkan
asalkan yang baik doa itu mengandung kebaikan.

Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah ta’ala berfirman: Wahai anak
Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan
aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya
dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit
kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai
anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh
bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka
akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan ”¬† (Riwayat Turmuzi
dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam bersabda : Sesungguhya Allah ta’ala berfirman : Siapa yang memusuhi
waliku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya
seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan  beribadah
dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu
mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar
yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka
Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya
yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul
dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya
akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku
lindungi ” (Riwayat Bukhori)wallahu a’lam.

Semoga artikel tuntunan sholat tahajjud ini dapat bermanfaat bagi yang belum mengerti akan cara sholat tahajjud.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi Ta’ala wa barokatuhu

Sumber dari : mail-archive(dot)com

This entry was posted in Tuntunan Shalat Sunnah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s